Archive for February, 2007

h1

Peluncuran Mobile Broadband Technology Center @ITB (2)

February 23, 2007

Sekitar pukul 9.30 acara dimulai. Diawali dgn baik oleh sambutan dari bapak rektor ITB. Kemudian. presdir Bakrie Telecom, Anindya Bakrie, menyusul dengan sambutan yg jg cukup baik. Ada beberapa pernyataannya yg masih berbekas.

“Mahasiswa – mahasiswa terbaik, the best of the best, yang lolos seleksi kuliah ini diharapkan akan menjadi penggerak bagi kemajuan teknologi mobile di Indonesia …”

Seeerrrr. Serasa darah berkecamuk ingin menerobos nadi, menyusup setiap sela tulang. Best of the best. Untunglah dia blum kenal ama yg namanya orangculun.

Acara lanjut ke prosesi penandatanganan prasasti kaca.

hpim0025.gif

Setelah itu, acara dilanjutkan ke gedung elektro. Kelas perkuliahan jarak jauh akan dimulai. Perjalanan dari Campus Center ke gedung elektro serasa panggung berjalan. Bagaimana tidak, perjalanan sejauh krg lebih 1/2km ditempuh si rektor dan si presdir diikuti oleh kroco2nya diiringi bunyi2an gendang. Emang dipikir ini topeng monyet?

Pas di kelas, laptop dah terpampang, berderet rapi. Gw duduk di depan tentunya agar lebih mudah memperhatikan kuliah dan diperhatikan wartawan. Dan gw cukup yakin para peliput berita ini dah cukup dewasa untuk membedakan objek layak foto dan tidak. Buktinya? Gw terpaksa turun tangan buat motoin objek yg termasuk kategori tidak layak foto seperti di bawah ini, abis wartawan2 lebih milih buat moto gw.

dsc02261.gif

Sambungan langsung ke san diego diawali oleh obrolan singkat antara si rektor, si presdir, dan Mr. Eric Frost selaku dosen calit yg akan memberikan kuliah. Setelah itu, yah, kuliah pun dimulai. Si dosen berbicara dgn lancar, selancar luapan lumpur di sidoarjo. Bedanya, ini cuma sejam. Gw ngeliat kiri kanan, tampak ada yg ngobrol, ada yg ngupil, tapi ada jg yg ngangguk2. Wah, kebetulan gw ga ngerti, gw bisa nanya ke dia neh. Tapi, yg ini ngangguk sambil merem. Ga bener.

Btw, ini gambar ruang kuliahnya. Berlebihan. Itu tv berapa duit ya??

dsc02267.gif

Acara inti menanti. Jamuan makan. Ga perlu diceritain di sini. Cukup perut gw yg tau. O iya, sebagai penutup, satu lagu dari band pengisi acara yg suaranya mirip bgt ama tompi, Selalu Denganmu.

dsc02268.gif

…  hadirmu selalu akan ku tunggu
cintamu selalu akan ku rindu

reff : selalu denganmu
kasihku selamanya …

h1

Peluncuran Mobile Broadband Technology Center @ITB (1)

February 22, 2007

21 Februari 2007, 11.30 malam

Pagi tadi, sekitar pukul 09.45 gw berjalan ke arah kampus. Ditemani dingin hawa pagi, gw berjalan agak tergesa-gesa. Hampir saja gw keserempet angkot. Untunglah gw ga telat. Acaranya blum dimulai.

[TK] : Acara paan?

Katanya sih ada peluncuran pusat penelitian di gedung teknik elekto ITB. Research Center ini disponsori oleh PT Bakrie Telecom. Selain itu, ada kuliah jarak jauh, langsung dari las vegas (ini mah siaran tinju dunia indos*ar), dari san diego, mengenai teknologi Brew. Namun, puncak dari keseluruhan rangkaian acara tersebut adalah makan siang bersama. Untuk itu mari kita beri applaus untuk event organizernya.

O iya, acaranya diadain di gedung Campus Center (biasa disingkat CC), ITB. Gw sempat ketemu ama temen gw yg jg akan mengikuti acara ini. O ya, temen gw meminta agar namanya disamarkan. Mmm, panggilnya apa ya?
[TK] : Gimana klo fahris?
Yee, itu sih nama aslinya. Gmn klo rudolfo, kayanya boleh jg.
[TK] : ????
So, gw ama rudolfo berjalan sambil noleh kiri kanan menuju CC. Ga nyangka, ternyata ini acara lumayan gede. Gw pribadi cukup terkesima ketika sampai di CC, dah banyak cewe2 berpakaian ijo2, menyambut kami dengan senyum seringai. Bahkan, beberapa ingin meminta tanda tangan gw. Ya ampun, mbak, mungkin akan lebih baik klo kolektif aja ya, jgn satu2 kayak gini. Hahaha. The truth is gw cuma diminta tanda tangan di buku tamu doang kok, ga usah serius2 atuh bacanya.

GW dan rudolfo naik ke lantai 2 tempat acara akan berlangsung. Tampak sejumlah kru acara, cewe2 pakaian ijo, sejumlah wartawan, kameraman, makanaman (maksudnya yg ngurus2 makanan gitu), dan tentu saja peserta yg kebanyakan adalah mahasiswa. Btw, gw bisa menjadi salah satu peserta acara ini krn gw salah satu peserta kuliah jarak jauh (mata kuliah Sistem Multimedia) yg gw sebut di atas.

Suasana yg sempat gw jepret ketika pertama kali memasuki ruangan.

dsc02250.gif

Gw sempat ngobrol banyak sama salah seorang kru acara bagian dokumentasi. Oya, dia juga minta disamarkan namanya.
[TK] : Serius lo, samarkan yah disamarkan, jgn kaya rudolfo tadi. Gebl*k ah.
Iya iya. Gimana klo gini. Adit. Dah agak samar-samar kan?
[TK] : Gobbbl**kk
Gw sempat diliatin foto2 hasil jepretannya. Ada foto laptop yang bakal dikasih ke setiap peserta kuliah nanti.
“Heh? Yg bener mas? Klo kata dosennya sih cuma dipinjamin doang”
, gw sedikit bingung.
“Kata pihak bakrienya sih bakal dikasih”
“Masa iya”
“Iya. Eh, katanya lagi yg ikut seleksi kuliah ini sampe 1500 org ya”
“Buset. Ah, itu sih bisa-bisanya bakrie aja, mas. Setau gw yg ikut tes ga nyampe 100 org.”

Banyak informasi simpang siur. Bagaimana klo seandainya informasi yang salah diberitakan di media? Masyarakat yah ikut siur simpang. Inilah yg dibilang, media membangun budaya masyarakat.

Bersambung….

h1

Burung Berkicau

February 17, 2007

16 Februari 2007, 9.52 malam

Blog gw tampaknya dah agak lumutan. Lama gw cuekin. Cup cup, jgn ngambek ya…

[TK] : Gw marah nih, ta*k lo

Ih, marah. Tak sobek2 mulutmu tar..

Tadi pagi kuliah wirausaha lagi. Untuk yg kedua kalinya. Dan untuk kesekian kalinya doktrin entrepeneur diinjeksi ke dalam alam culun gw. Sangat memotivasi emang. Meskipun penuh dengan intrik dan tipu muslihat, tapi itulah kenyataan dunia bisnis. Lo ga bisa ikut dengan cara main ini? Cabut. Pergi aja ke bulan, hahaha. Mungkin kasarnya gini yg ingin disampaikan oleh sang dosen. (Lebih tepat klo disebut pengusaha berkedok akademisi).

Ngomong2 mengenai wirausaha, bukan itu yg ingin gw bahas.

Gw ingat pertemuan pertama kuliah ini, si dosen memberikan sejumlah ide-ide sederhana namun potensi untuk menjadi bisnis banjir duit. Satu yg menarik, yg sudah dikembangkan oleh perusahaannya.
Apa itu?
Sebuah alat komunikasi yang mampu mengganti profile atau konfigurasinya sesuai dengan pihak yang dihubungi. Contoh potensial, ponsel bisa dimasukkan beberapa simcard sekaligus dan otomatis menyesuaikan dengan pihak yg dihubungi. Misalnya, gw mo nelpon Tukul yg make simpati, make ponsel gw bakal menggunakan kartu simpati. Klo dia make esia, ponsel mengunakan esia. Jadi gw ga perlu beli 2 ponsel untuk GSM dan CDMA.

Nah, begitu gw dengar ide ini, gw jadi ingat om gw. Bukan, bukan karena om gw penjual ponsel, tapi krn idenya sama. Om gw pernah ngomong ide ini ke gw, soalnya repot mesti bawa 2 ponsel sekaligus, cem tajir aja. Ide brilian.
Om gw ini emang penuh dengan ide-ide ajaib namun masuk akal. Ada satu lagi yg gw masih ingat.

Waktu itu gw abis beli laptop ama si om. Selama di jalan, dia ngomel2 kok motor2 sekarang suaranya gede2.
“NNGENGG NGENNG (maksudnya ini suara motor loh. Klo lo dengarnya suara nyamuk mah bukan salah gw). “
“Anak buntalak (coba cari artinya di kamus jepang-indonesia), ini motor bikin budek saja telinga”, om gw kesel.
“Yah, kan anak muda om, klo orang tua sih mending naik bajaj. “ (kok ga nyambung yah..)
“Napa ga diganti atau diubah kek suaranya.”
“Diubah?? Diredam gitu kali ya suaranya biar ga tlalu berisik.”
“Iya. Ato diganti jadi suara burung berkicau. Jadi orang kan nda budek, malah tentram. “
“Heh????”
“Ada burung kutilang, burung nuri, perkutut. Nah, jadi klo macet kan orang nda bosan. “

Kerennn ga sih……….

h1

Happy Valentine

February 14, 2007

Happy valentine to u

h1

Mimpi Bersambung

February 7, 2007

Kuliah pagi emang su*ks… Makin su*k lagi pabila ditambah dgn fakta tak terbantahkan klo kuliah itu ternyata cuma 40 menit. Dan kenyataan yg harus diterima, dosennya tidak hadir. Arrggghhh

Seperti pagi ini, kuliah jam 7. KPB ato Kewirausahaan & Pengembangan Bisnis. Tidur malam gw dah potong utk kuliah kuliah. Bgn pagi, ga telat, tapi tetap aja nyampe kelas telat.

Tunggu punya tunggu, dosennya ga datang. Pengen lanjutin tidur. Ga bisa.

Tapi, tentu saja, semuanya ada sisi positifnya. Bagi peneliti di LIPI, peristiwa ini bisa menjadi benih penemuan baru. Kebayang suatu alat yg mampu menyimpan mimpi, save, dan bisa dilanjutkan. Mimpi bersambung. Wah, cocok buat gw yg ga pernah bisa mengingat mimpi.

h1

DO Drop Out

February 6, 2007

Sedikit review utk sebuah buku yg gw rampok dari pendy. Makasih yg sedalam-dalamnya buat lo, pen. Sewaktu ke gramed gw sempat tertarik ngeliat kaver (inggrisnya : cover) buku ini, berhubung ga da sampel yg bisa dibaca (semuanya masih diplastik), gw lebih memilih “Sang Pemimpi”.

dropout.jpg

Buku berjudul “DO Drop Out” buah jari Arry Risaf Arisandi, diterbitkan oleh Gagas Media. Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Ehm, klo saja penulisnya lebih peka dgn memasang judul “DO Tugas Akhir”, kayanya bakalan laris, setidaknya berdasarkan insting gw.

Sebenarnya gw sendiri agak bingung apa ini termasuk novel ato cerpen. Karena di sampul bukunya sendiri tidak terdapat penjelasan yg cukup masuk akal selain cap “komedi cinta”, maka gw simpulkan buku ini tidak termasuk keduanya. Setau gw, novel ama cerpen hanya berbeda dalam hal jumlah kata, TKJSS (Tolong Koreksi Jika Saya Salah).

Cap “komedi cinta” ini tampaknya menjadi kata kunci yg menggambarkan isi buku ini.

Buku ini mengambil latar di Bandung sekitar 2005. Protagonis dalam buku ini adalah tokoh rekaan bernama Jemi. Dia masih berstatus mahasiswa. Tipikal mahasiswa kota kembang, dia kost. Permasalahan utama yg ingin ditonjolkan tentu saja DO. Drop Out. Lulus tanpa ijazah. Lulus diiringi air mata prihatin (inipun klo ada yg simpati).

Jemi adalah mahasiswa semester tiga belas yg terancam DO mengingat batas waktu yg diberikan oleh universitasnya adalah 7 tahun (14 semester). Selain Jemi, adalah Leah, senior Jemi, yg diprediksi telah lulus S2, dan sekarang berstatus sebagai dosen Sistem Akuntansi I, salah satu mata kuliah yg diambil Jemi semester ini. Jemi menyukai Leah.

Selain mereka, ada jg Doktor M, dosen Statistika, mata kuliah yg diulang Jemi 6 kali, sudah termasuk dengan semester ini, diam-diam (lebih tepatnya terang-terangan) jatuh cinta pada Leah. Si doktor meminta tolong Jemi sebagai katalis untuk memuluskan pendekatannya, dgn iming-iming nilai A.
Maka jadilah seorang Jemi, mahasiswa yg berjuang mempertahankan martabat, jati diri, dan cintanya sekaligus berusaha melepaskan status mahasiswa abadi.

Btw, gw ga tau resensi yg benar dan layak itu kaya gimana. Tapi tampaknya ceritanya cukup sampai di sini, sebelum gw digugat si penulis karena membocorkan seluruh isi bukunya.

Secara umum, buku ini bukan cerita misteri, meskipun sempat disinggung tentang hantu gentayangan yg tidak lulus kuliah Statistika. Buku ini dipenuhi oleh kelucuan (sedikit lagi bisa disebut keculunan), cinta, dan persahabatan.

Secara gw, buku ini menampilkan rasa baru. Walaupun sepintas tutur bahasanya mirip Raditya Dika atau mungkin Adhitya Mulya, tapi Arry Risaf Arisandi punya ciri sendiri.
[TK] Hei, Jgn sampe mikir klo nih orang cerdas en tau byk nama2 penulis, tapi memang cuma dua itu yg bukunya bisa dia ngerti.
Si penulis tau cara menggelitik saraf tawa gw. Namun, kadar lucu yg ditampilkan terkadang terasa mengganggu. Bukan karena garing, tapi karena terlalu banyak. Hampir dalam setiap paragraf gw seakan dipaksa untuk tertawa dan tertawa. Akibatnya, dalam beberapa momen yg semestinya lucu, gw bahkan tidak berekspresi sama sekali. Memang benar kata tetangga gw, kebanyakan terkadang eneg.

Banyak pesan moral yg bisa diambil.

Salah satunya adalah betapa bobroknya mental insan-insan akedemisi berkedok dosen. Nilai C ditukar dgn sebuah surat-belas-kasihan-terancam-DO. Nilai A statistika untuk suatu makhluk berjenis hawa. Nilai D bahasa Inggris bagi seorang mahasiswa yg mengartikan “This is a book” dgn “ini ibu Michael”. Seandainya hal yg sama berlaku di kampus gajah ini, hohoho…

Salah duanya adalah cinta yg tumbuh di waktu dan tempat yang tidak pernah disangka-sangka, tapi tidak dapat dibendung karena terlalu byk kekurangan dalam diri mereka. Loh? Ya, justru kekurangan-kekurangan itu yg membuat mereka melebur satu. Try to learn from imperfect to makes you perfect.

Tapi, bagi gw pribadi, tampaknya si penulis mencoba meyakinkan gw bahwa menonton infotainment bukanlah tabu, tapi sesuatu yang layak menjadi habit.

Akhir kata, selamat menonton Cek n Ricek, eh, menikmati buku ini.

++  Baru saja (7 Feb 07) gw buka www.suamigila.com, ternyata Adhitya Mulya, dgn 3 penulis lain mengeluarkan buku berjudul Travelers’ Tale : Belok Kanan, Barcelona!

travelerstale.jpg

Siapkan duit lo buat membeli karya agung ini. Gw dengan senang hati akan mereviewnya. (Alias, minjem)

h1

Otak Kaku

February 2, 2007

01-01-07, 10.53 malam

Sori bgt nih. Otak gw lagi kaku untuk dipaksa berpikir. Otak gw bahkan tidak dapat memberi alibi yg masuk akal. Yg ia tau hanyalah mulut gw yg beresonansi dgn organ dalam perut menghasilkan gelegak tawa kesempurnaan. Mata gw pun turut partisipasi untuk keselarasan ini.
Apa gerangan?

Coba liat pukul brp tulisan ini gw buat? Sekitar 10.53.

Dah liat?

Pikir salah satu kegiatan yg dapat membuat anak manusia tertawa terbahak2 dmn org2 di pelosok papua sana mungkin sudah terlelap mangap?
[TK] Liat muka lu!
Monyong lo.

Okeh, yg gw maksud itu 4 mata. Yah, gw tau klo semua penduduk indonesia sadar tukul itu kocak. Bahkan, gw sangat yakin monyet pun akan sobek mulutnya tertawa menonton tokoh kita ini. Tapi, kali ini agak berbeda.
Tukul dibuat malu oleh kru 4 mata.

Seperti yg lo tau, tokoh kita ini akan berkata, “… jangan ke mana2, tetap di 4 mata” ketika iklan2 berdesak unjuk rasa. Band pun telah memainkan musik peralihan untuk pariwara. Namun, tampaknya para kru sedang bercanda. Bukannya iklan yg tampil, tapi kamera tetap diarahkan ke tukul. Tukul bingung bukan kepalang.
“Apa sih, apa sih?”, dia masih tampak kebingungan.
Penonton heboh.
“Mas tukul, ini masih on air”, Vega memberitahu dari belakang
“Belummm taukkk!”, sahut seorang kru.
“Loh, balik ke laptop???”, tukul seraya bingung melihat ke laptop
Kaco.
Tukul masih memandang laptop dgn muka tidak percaya.
Tiba-tiba vega datang sambil ngomong, “Mas, mas tukul, masih di shoot mas. Mukanya jgn keliatan culun gitu mas.”
Tukul mencoba memperbaiki raut bibirnya.
Penonton bertambah heboh.
Tawa gw yg dari tadi dah diujung gigi meledak. Rusak rusak.

Ternyata acara-nyaris-tanpa-skrip ini bisa rusak jg.
[TK] Eh, justru peluang rusak acara tanpa skrip yang lebih gede.
Tapi toh, dgn lincahnya, tukul masih bisa mengendalikan emosi penonton. Hahaha, emang paling bisa mister tukul ini. Tetap kul.

Sekarang apa. Sekarang gw ganti channel ke SCTV. Midnight Show. Dalam beberapa koran disebut “4 mata-wannabe”. Membahas acara talkshow yg sedang marak ini, ada baiknya klo dibahas di lain waktu. Kenapa? Yah, like i’ve said befor, otak gw lagi K A K U.