Archive for March, 2007

h1

Nagabonar cuma 1

March 31, 2007

Gw termasuk salah satu insan yg menjadikan bioskop sebagai tempat hiburan terakhir. Jika memang cuma itu pilihan terakhir. Ya. Dan kemarin. Amudi, yg diajak Simon, memprovokasi gw nonton. Antara 2 pilihan. Mr. Bean’s Holiday. Nagabonar jadi 2. Film nagri. Film lokal.

Awalnya, gw nolak. Tapi, terpikat bujuk rayu gw pun setuju. Cuma ceban, 10000. Nagabonar jadi 2. Sepakat.
tes

Gw pernah nonton nagabonar yg pertama. Bukan nonton, tapi cuma sekilas 15 menit lah. Tapi, ga masalah karena ceritanya ternyata tidak terikat banyak dengan seri pertamanya. Latar film diambil di daerah Medan dan Jakarta. Nagabonar (Deddy Mizwar), seorang pencopet sekaligus jenderal jaman kemerdekaan yg sudah berumur, punya anak cowo diberi nama Bonaga (Tora Sudiro).

Bonaga, seorang pengusaha muda real estate yg mapan, ganteng, mempunyai “3 tangan kanan kepercayaan (pomo (Darius Sinathrya), ronnie (Uli Herdinansyah), jaki (Michael Muliadro))”, dan seorang cewe bernama Monita (Wulan Guritno) yg senantiasa dekat dengannya sebagai konsultan bisnis. Konflik yg coba diungkit di film ini adalah Bonaga mendapatkan tawaran proyek gede dari pengusaha Jepang untuk membangun resort mewah yg kebetulan berlokasi di kebun kelapa sawit milik ayahnya. Lebih kebetulan lagi karena kubur ibu, nenek, dan sahabat ayahnya tepat di lokasi yang maksud. Karena itulah, Bonaga mengajak ayahnya, Nagabonar ke Jakarta untuk membicarakan masalah ini. Nagabonar sangat mencintai ketiga orang tadi (eh, bukan yg 3 kroconya si Bonaga loh). Dan tentu saja dia berusaha menolak rencana pembangunan itu.

Tidak cuma masalah ini yg dihadapi oleh Bonaga, tapi juga (tentu saja) dengan Monita. Bonaga ditokohkan mempunyai karakter persis sama dengan ayahnya, tidak terkecuali jika harus berhadapan dengan wanita. Padahal rasa cinta itu sudah ada, cuma Bonaga tidak berani mengungkapkan.

Beberapa adegan yg masih gw ingat:
1. Nagabonar memberikan penghormatan kepada patung Soeharto, Jendral Sudirman, juga sewaktu di taman makam pahlawan. Oh, bulu kuduk gw ampe berdiri. Dah lama bgt gw ga denger lagu2 kebangsaan Indonesia.
2. Monita ngaku ke Nagabonar bahwa dia mencintai Bonaga. Parahnya, begitu Bonaga datang, ayahnya langsung nyerocos, “tadi Monita bilang ke ayah kalo …”. Hahaha.
3. Bonaga ke apartemen Monita dipaksa oleh ayahnya untuk mengungkapkan isi hatinya. Tapi, begitu sampai di sana, yang ada hanya kekakuan seorang eksmud rupawan face-to-face dgn cewe pujaannya.


“ehh ehh…”, Bonaga gregetan tidak berani menatap Monita.
“mo ngomong apa sih, ini dah jam 11 loh”
“oh eh, itu, ya itu, mo bilang klo dah jam 11. Selamat tidur ya.”
“eh?”

Salah satu kelebihan film ini, sekaligus kelemahan terbesar, menurut gw, adalah Deddy Mizwar. Beeeh, aktingnya itu, ga ada tandingannya. Semua scene terasa hidup. Adegan lucu, lucu semampus2nya. Pas sedih, nangis nangis deh lo. Sampai2, pemeran lainnya seolah-olah cuma manekin hidup yg berdiri mengagumi tingkah-pola-ucapan-gerak si aktor. Gw ga bilang klo akting pemain lainnya jelek loh. Cuma serasa one man show.

Kelebihan lain adalah kayaknya ini satu2nya film produksi dalam negeri dalam 5 tahun terakhir yang mampu menghadirkan genre drama-komedi dengan bumbu cinta dan nasionalisme. Dan dengan timing yg tepat di saat industri film kita dibanjiri film2 horor. Sang sutradara (Deddy Mizwar) tampaknya ingin menunjukkan perbedaan paradigma pemikiran jaman dulu dan sekarang, sekaligus menggali kembali “cinta” yang hilang di tengah2 realitas bangsa saat ini. Cinta di sini universal. Cinta ayah anak, cinta keluarga, cinta lawan jenis, dan terutama sekali cinta Indonesia.

Klo bicara sinematografinya, gw ga gitu ngerti. Yg gw liat sih semuanya baik2 aja. Overall, film ini wajib lo tonton. 2 film terakhir yg gw nonton ketiduran, tapi ini tidak. Untuk sebuah film Indonesia, gw kasih 8+1 dari 10. 1 poin tambahan untuk faktor ceban, hehehe.

h1

Menjadi Pebilyar Handal

March 15, 2007

10.07 malam

Pernah dengar yang namanya LeBron James? Jika belum, maka pasti anda tau yang namanya bilyar. Tentu saja, pernyataan ini tidak bisa dibalik (Klo lo tau bilyar, lo blum tentu ga tau LeBron James kan…)

Nah, klo lo pikir maen bilyar itu susah, maka tahan dulu pikiran lo itu sebelum lo membaca beberapa tips dari gw, seorang pebilyar culun-beranjak-profesional. Sejujurnya, tips yang baik selalu disertai dengan contoh video ataupun gambar. Berhubung gw sadar bahwa koneksi internet di negara kita masih empotan, maka ga byk gambar maupun video yg bisa gw kasih.

Here we go:
1. Beli meja bilyar, beserta bola, dan stik. It will cost ur anus, but the effect will be everlasting.
Napa, ga mampu? Okeh, klo gitu lo sama kaya gw, hahaha. Ya, berdasarkan statistik, 68% dari pebilyar di Indonesia ga punya meja bilyar. Cukup pergi ke tempat2 bilyar ternama di kota lo. Ya ampun, masih ga mampu jg. Okehhh, cari tempat2 bilyar yg ga punya nama, ga punya plang. Tapi ingat, jgn protes klo stiknya dari sapu.

2. Ajak teman yang kemampuannya better than u. Kemampuan ini dapat digolongkan menjadi 2, skill dan finansial. Implikasinya, ajak teman yg jago dan tajir. Sangat tidak disarankan untuk mengajak yg cupu apalagi kere, bikin makan ati, wakakak.
Tapi, akan lebih baik lagi klo lo ngajak pemain bilyar kaliber dunia macam Aldo, Reyes, Immonen ato Souquet. Kebetulan sekali, pebilyar yg pertama disebut gw punya nomornya. Lo bisa kontak dia klo emang lo serius terjun menjadi pebilyar.

3. Dari cara lo masuk aja dah bisa ditebak lo jago ato cupu. Org yang jago masuk dgn penuh percaya diri, dada agak membusung, sorot mata tajam, sedikit melirik kiri kanan, lalu langsung memesan meja yang kosong.
[TK] : Org yang cupu?
Gampang saja. Masuk pintu dgn mulut penuh busa, badan agak membungkuk, sorot mata sayu, lidah keluar, liur menetes, dan tidak memesan meja sama sekali. Agak2 mirip emang dengan gejala2 rabies stadium dua.

4. Manner. Jaga sikap lo selama di tempat bilyar. Klo lo masukin bola, tolong bgt ya, jgn histeris apalagi ampe loncat2 menjerit2. Bukan apa-apa, konon salah satu simpanse di ragunan ada yg ilang. Ga asik kan klo lo mesti balik lagi ke sono.

5. Nah, sekarang gimana cara mukul bola yg benar? Untuk gampangnya, liatin temen lo yg jago. Ikuti posisi tangan dan badannya. Tatap dgn saksama bola putih, bola sasaran, dan lubang tentunya. Tundukkan badan sampe muka lo, stik, dan bola putih segaris. Tuh liat poto teman gw.

Tenangkan pikiran dan fokus. Bayangkan bola, stik yang panjang, dan lubang yang sempit.
[TK] : Stik panjang dan lubang yang sempit. Okeh, udah.
Nah, masukkan sugesti dalam pikiran lo tadi, lo mukul bola, bergulir, dan masuk lubang. Ploss.
[TK] : Bentar, bentar, lubangnya sempit betul ini. Sip, dah masuk.
Sip, sekarang eksekusi. Pukul bolanya. Semoga hasilnya sama kaya sugesti lo.
[TK] : Mmm, ini bayangan gw doang yg salah ato gimana? Kok stiknya yg masuk yak???
Ya, barangkali lo ga kuat megang stiknya. Genggamnya jgn tlalu keras jg. Rileks aja.

6. Pelajari posisi semua bola di meja. Mukul bola jgn yg penting bisa masuk, tapi pikirkan jg posisi bola putih agar mudah untuk memasukkan bola berikutnya. Tetapkan strategi, klo perlu sampai urutan masuknya bola lengkap dengan lubang masuknya.
[TK] : Stiknya perlu dimasukin jg ga?
Woi, otakmu itu, bego! Absurd…

7. Sering2 ikut turnamen. Turnamen bilyar. Yg kecil aja dulu, skala kelurahan misalnya.
[TK] : Di kelurahan gw adanya malah turnamen karambol.
Ato kadang2 ada tempat bilyar yg ngadain turnamen kecil2an. Boleh jg tuh. Semakin tinggi jam terbang lo, skill lo akan ikut meningkat.

8. Terakhir, jgn cepat puas apalagi sombong. Klo ga skill ga usah byk omong, yg jago jg ga usah byk gaya. Selalu ingat klo gw masih lebih skill daripada lo, maksud gw, di atas langit-langit masih ada langit.

h1

Novel != Travel Guide

March 9, 2007

Wohohoo, gw baru aja beli novel. Nitip temen. Ya. Ngutang dulu. Ya.
[TK] : Travelers’ Tale – Belok Kanan: Barcelona!
Yak, itu judul novelnya. Siapa yg nulis? Banyak euy. Empat biji. Klo tambah satu lagi bisa diajak maen basket di sabuga. Adhitya Mulya. Alaya Setya. Iman Hidajat. Ninit Yunita. Rame bgt. I wonder how can they worked together. Mmm, metode chain-and-gain sepertinya. Yang pertama mikir, kedua nulis, ketiga gelitikin yang nulis, org terakhir, tentu saja, menasehati org ketiga untuk tidak melakukan perbuatan amoral itu.

Klo diliat-liat sepintas, dgn teknik yang sama dgn ngitung duit 10jt (ngerti kan ya (kayak pernah aj)), buku ini kaya dgn foto2 dari berbagai belahan bumi, disertai tips2 menjadi un-ndeso-traveler. Sublimasi yang bagus, novel + travel guide.

Ok, kita review dikit.

Kata pengantarnya bukan dari penulis, tapi dari Wimar Witoelar. Aneh jg. Trus, ada ucapan2 terima kasih. Awal cerita diawali kutipan singkat, “A Thousand mile journey begins with the first step – Lao Tzu”. Terakhirnya, “Traveling-all you have to do is take the first step-Ibn Battuta”. Cool. Btw bmw, ceritanya gmn? Ye mene ketehe, nevelnye belem debece, hahaha

ps. Klo seandainya metode penulisan di atas benar, menurut anda, mana di antara keempat org itu yang berjasa paling besar?

h1

Heaven Knows

March 7, 2007

Heaven Knows
By : Rick Price

She’s always on my mind,
from the time i wake up
’till i close my eyes
she’s everywhere i go
she’s all i know

‘Though she’s so far away
it’s just keeps getting stronger
every day
and even now she’s gone
i’m still holding on

So tell me where do i start
’cause it’s breaking my heart
don’t wanna let her go

chorus:
Maybe my love will come back some day
only heaven knows
and maybe our hearts will find their way
only heaven knows
and all i can do is hope and pray
’cause heaven knows

My friends keep telling me
that if you really love her
you’ve gotta set her free
and if she returns in kind
i’ll know she’s mind

So tell me where do i start
’cause it’s breaking my heart
don’t wanna let her go

chorus

Why i live in despair
’cause wide awake or dreaming
i know she’s never there
and all these time i act so brave
i’m shaking inside
why does it hurt me so…

chorus

heaven knows…

Untuk seseorang yang tiba-tiba hadir dalam hidupku
Memaku aku pada satu titik perhentian
Hidupku tersungkur kulai tanpa daya
Terima kasih telah mengajariku segelintir arti cinta

Apa itu cinta?
Sampai detik ini ku tak pernah mengerti
Mungkin juga ini bukan cinta
Hanya rasa suka sesaat
Ya, aku sadar
Yang baik datangnya tidak terburu-buru
Yang terbaik …
Only heaven knows

ps. Lagunya bisa diambil di sini