@00.28
Situ tau munir ga? Iya, itu, aktifis HAM yg meninggal diracun 2 tahun yg lalu. Tau HAM? Itu loh, Hak Asasi Manusia. Tau hak asasi? Tau manusia?
[TK] : Klo gini terus bisa bikin kamus deh.
Baru aja gw nonton Delik di tv yg mengupas kasus Munir. Ternyata kasus ini masih belum jelas sampai saat ini. Walaupun Kapolri menyatakan menemukan bukti baru setelah tersangka utama Pollycarpus bebas setelah 2 tahun di penjara, tapi kasus ini belum juga tuntas.
Bukti baru tersebut membawa mantan dirut Garuda dan mantan sekretaris Garuda, maskapai penerbangan yg ditumpangi Munir pada hari kematiannya, menjadi tersangka. Kapolri menduga ada persengkongkolan antara dirut Garuda, sekretarisnya, dan pilot pesawat yg ditumpangi Munir (Pollycarpus, bukan gw). Dari yg gw tonton, dikatakan bahwa didapati data hubungan telepon dari PT Telkom antara dirut dan pilot, pilot dan Munir, Munir dan gw?? (Oh, yg terakhir itu salah sambung kayanya). Lebih jauh lagi, ternyata ada hubungan komunikasi antara pilot dan petinggi BIN (Badan Intelijen Negara). Hubungan itu tidak cuma sekali, tapi beberapa kali.
[TK] : Mesra kali kuliat hubungan mereka ini
Gila kan. Ga nyangka ternyata ada kasus pembunuhan di Indonesia sepelik kasus2 di komik2 cem detektif conan ato sherlock holmes. Tapi ini lebih keren lagi, karena sudah dililit politisasi. Maklum, Munir ini merupakan aktifis HAM yg banyak mengungkap kasus-kasus penculikan terhadap rekan2 aktifis yg melibatkan oknum dalam pemerintah. Jadi mikir, ini kepolisian apa udah di pihak yg bener? O iya, bagi yg penasaran ato ngerasa mendapat ilmu dari mas sherlock, nih ada kronologi kejadiannya. Silakan dianalis, hehe.
Eits, di sela2 tayangan ternyata turut diwawancarai jg pakar telematika favorit gw. Beliau dimintai pendapat mengenai kenyataan bahwa pihak bandara Changi tidak dapat memberikan hasil rekaman CCTV karena telah dihapus. Klo gw ga salah ingat, komentar yg dilemparkan beliau hanya pernyataan menguatkan bahwa bukti rekaman kamera CCTV di bandara Changi Singapura yg telah dihapus tidak dapat dikembalikan lagi.
[TK] : Ya iya lah!!! Sepakat gw. Eh, iya gitu?
