h1

20 menit di terminal xtrans

January 30, 2007

10.26 pagi
Hari minggu, 28-01-07
Damai.
Gw di jakarta. Sekarang gw gi di terminal xtrans. Xtrans Fatmawati.
Tentunya gw bukan mo jadi calo. Dan lebih tentu lagi bukan mo ke Garut.

Mobil ke bdg bakal berangkat sekitar jam 11. That’s mean 30 minutes more.
Gw gi nunggu. Depan gw ada 2 anak kecil. Yang satu sedang duduk menikmati roti. Satu lagi tampak menari2 ga jelas. tampaknya mereka sodara. Hal ini gw simpulkan setelah melihat jempol kaki mereka yg bentuknya sama.
[TK aka Tukang Komentar] ???

Suasana hening.

Sayup2 terdengar suara radio milik staf Xtrans. Namun berinterferensi dgn suara Pasha. Okeh, tnyata salah satu anak tadi, yang lebih gede, memutar Andai Ku Tahu di handphonenya.

Suasana masih hening.
“Om!”
“Om!”
“Paan tuh? Penjual kompor??” gw mencoba meyakinkan telinga gw
“Om!”, sahut anak itu.
Gw berpaling.
“Hei, manggil gw lo?”, pikir gw.
“Om, mau ke bandung ya?” tanya dia setelah gw liatin.
“Masya Allah, muka imut-culun gini dipanggil om… Tolong ampuni dosa anak ini
Tuhan!” gw memohon kepada di Atas.
“Oh, iya.”, jawab gw sekenanya.
“Ooh. Tinggal di sana?”
“Ga, gw kuliah”, jawab gw lagi.
dan percakapan antara seorang anak yang gw ketahui ternyata masih SD kelas 6 dengan seorang om yang ditaksir sudah kepala 2 ini berlangsung seadanya dan senyambungnya.

Heran gw, anak2 sekarang gede2 ya, palagi itunya. (Tolong jaga pikiran anda dari segala hal2 yang dapat menyebabkan disfungsional otak) Gw kirain smp, ternyata masih SD. Mungkin evolusi manusia tanpa kita sadari sudah berjalan into the next step.

Okeh. Dan mungkin gw merupakan contoh anomali evolusi yang menuju ke previous phase. Fase jaman purba. Fase ketika culun masih dianggap jenius dan brilian.

2 comments

  1. Terus inti ceritanya apa Do? Kalo anak jaman sekarang cepet tumbuhnya? Hehe…, Mas Aldo ditaksir anak SD… Hihiy…


  2. @dibond : Itu sebenarnya ada sambungannya bon.
    “Satu hal yang dapat dicermati dari kisah ini adalah tidak ada pesan moral yang dapat dipetik meskipun anda membacanya 100 kali, bahkan dibaca terbalik pun tidak. “



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: