h1

DO Drop Out

February 6, 2007

Sedikit review utk sebuah buku yg gw rampok dari pendy. Makasih yg sedalam-dalamnya buat lo, pen. Sewaktu ke gramed gw sempat tertarik ngeliat kaver (inggrisnya : cover) buku ini, berhubung ga da sampel yg bisa dibaca (semuanya masih diplastik), gw lebih memilih “Sang Pemimpi”.

dropout.jpg

Buku berjudul “DO Drop Out” buah jari Arry Risaf Arisandi, diterbitkan oleh Gagas Media. Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Ehm, klo saja penulisnya lebih peka dgn memasang judul “DO Tugas Akhir”, kayanya bakalan laris, setidaknya berdasarkan insting gw.

Sebenarnya gw sendiri agak bingung apa ini termasuk novel ato cerpen. Karena di sampul bukunya sendiri tidak terdapat penjelasan yg cukup masuk akal selain cap “komedi cinta”, maka gw simpulkan buku ini tidak termasuk keduanya. Setau gw, novel ama cerpen hanya berbeda dalam hal jumlah kata, TKJSS (Tolong Koreksi Jika Saya Salah).

Cap “komedi cinta” ini tampaknya menjadi kata kunci yg menggambarkan isi buku ini.

Buku ini mengambil latar di Bandung sekitar 2005. Protagonis dalam buku ini adalah tokoh rekaan bernama Jemi. Dia masih berstatus mahasiswa. Tipikal mahasiswa kota kembang, dia kost. Permasalahan utama yg ingin ditonjolkan tentu saja DO. Drop Out. Lulus tanpa ijazah. Lulus diiringi air mata prihatin (inipun klo ada yg simpati).

Jemi adalah mahasiswa semester tiga belas yg terancam DO mengingat batas waktu yg diberikan oleh universitasnya adalah 7 tahun (14 semester). Selain Jemi, adalah Leah, senior Jemi, yg diprediksi telah lulus S2, dan sekarang berstatus sebagai dosen Sistem Akuntansi I, salah satu mata kuliah yg diambil Jemi semester ini. Jemi menyukai Leah.

Selain mereka, ada jg Doktor M, dosen Statistika, mata kuliah yg diulang Jemi 6 kali, sudah termasuk dengan semester ini, diam-diam (lebih tepatnya terang-terangan) jatuh cinta pada Leah. Si doktor meminta tolong Jemi sebagai katalis untuk memuluskan pendekatannya, dgn iming-iming nilai A.
Maka jadilah seorang Jemi, mahasiswa yg berjuang mempertahankan martabat, jati diri, dan cintanya sekaligus berusaha melepaskan status mahasiswa abadi.

Btw, gw ga tau resensi yg benar dan layak itu kaya gimana. Tapi tampaknya ceritanya cukup sampai di sini, sebelum gw digugat si penulis karena membocorkan seluruh isi bukunya.

Secara umum, buku ini bukan cerita misteri, meskipun sempat disinggung tentang hantu gentayangan yg tidak lulus kuliah Statistika. Buku ini dipenuhi oleh kelucuan (sedikit lagi bisa disebut keculunan), cinta, dan persahabatan.

Secara gw, buku ini menampilkan rasa baru. Walaupun sepintas tutur bahasanya mirip Raditya Dika atau mungkin Adhitya Mulya, tapi Arry Risaf Arisandi punya ciri sendiri.
[TK] Hei, Jgn sampe mikir klo nih orang cerdas en tau byk nama2 penulis, tapi memang cuma dua itu yg bukunya bisa dia ngerti.
Si penulis tau cara menggelitik saraf tawa gw. Namun, kadar lucu yg ditampilkan terkadang terasa mengganggu. Bukan karena garing, tapi karena terlalu banyak. Hampir dalam setiap paragraf gw seakan dipaksa untuk tertawa dan tertawa. Akibatnya, dalam beberapa momen yg semestinya lucu, gw bahkan tidak berekspresi sama sekali. Memang benar kata tetangga gw, kebanyakan terkadang eneg.

Banyak pesan moral yg bisa diambil.

Salah satunya adalah betapa bobroknya mental insan-insan akedemisi berkedok dosen. Nilai C ditukar dgn sebuah surat-belas-kasihan-terancam-DO. Nilai A statistika untuk suatu makhluk berjenis hawa. Nilai D bahasa Inggris bagi seorang mahasiswa yg mengartikan “This is a book” dgn “ini ibu Michael”. Seandainya hal yg sama berlaku di kampus gajah ini, hohoho…

Salah duanya adalah cinta yg tumbuh di waktu dan tempat yang tidak pernah disangka-sangka, tapi tidak dapat dibendung karena terlalu byk kekurangan dalam diri mereka. Loh? Ya, justru kekurangan-kekurangan itu yg membuat mereka melebur satu. Try to learn from imperfect to makes you perfect.

Tapi, bagi gw pribadi, tampaknya si penulis mencoba meyakinkan gw bahwa menonton infotainment bukanlah tabu, tapi sesuatu yang layak menjadi habit.

Akhir kata, selamat menonton Cek n Ricek, eh, menikmati buku ini.

++  Baru saja (7 Feb 07) gw buka http://www.suamigila.com, ternyata Adhitya Mulya, dgn 3 penulis lain mengeluarkan buku berjudul Travelers’ Tale : Belok Kanan, Barcelona!

travelerstale.jpg

Siapkan duit lo buat membeli karya agung ini. Gw dengan senang hati akan mereviewnya. (Alias, minjem)

10 comments

  1. pinjem dong do, gw lagi butuh hiburan nih. Hehehe..
    Tapi kalo judulnya DO Tugas Akhir gw rasa gak bakal laris. Larisnya paling di ITB doang. Terus cuma diambil ama anak-anak tingkat 4 yang lagi desperado ama TA-nya..


  2. Nyepet gw lo, heh! Haha, mentang2 dah proposal. Pinjam ama pendy lah, jgn ke gw


  3. Ye kok nyepet sih.. gw juga desperado ni ama TA.. proposal tidak jaminan sukses TA.. :p


  4. Gw suka buku ini !
    Awalnya garing … lama2 dibaca ternyata kocaknya original juga …


  5. @bram : setidaknya, ada beban yg dah ilang.
    @golas : iya, bagus. Inspiring bgt kocaknya. Lel, napa ga sekalian travelers’ tale? :p


  6. kalau kata gw sih…
    DO keren seukali!!!!!

    bayangin aja bisa mengangkat sisi lucu dari kisah kelam seseorang yang terancam DO…

    Lucu banget!!!


  7. hahaha.. ni buku kocak bangedz…
    gw suka dengan cara tulisnya arry yang serius tapi mengundang gelak tawa..
    siap2, novel ini akan ada filmnya lho…
    yg jadi leah tu si titi kamal😀


  8. argh.. buku ini difilmin, malah berubah genre jadi sex comedy…

    sangat melenceng dari topik utama bukunya..
    melecehkan perjuangan para mahasiswa yg terancam DO nih… <_<


  9. […] Selain mereka, ada jg Doktor M, dosen Statistika, mata kuliah yg diulang Jemi 6 kali, sudah termasuk dengan semester ini, diam-diam (lebih tepatnya terang-terangan) jatuh cinta pada Leah. Si doktor meminta tolong Jemi sebagai katalis untuk memuluskan pendekatannya, dgn iming-iming nilai A. Maka jadilah seorang Jemi, mahasiswa yg berjuang mempertahankan martabat, jati diri, dan cintanya sekaligus berusaha melepaskan status mahasiswa abadi. Kalo yang ini sumbernya dari orang culu […]


  10. Wah, gw blum nonton filmnya. Gw baca2 sih katanya jemi dibuat jadi pakar sex. Haha, boleh jg tuh



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: