h1

Kasus Munir Belum Selesai

June 11, 2007

@00.28

Situ tau munir ga? Iya, itu, aktifis HAM yg meninggal diracun 2 tahun yg lalu. Tau HAM? Itu loh, Hak Asasi Manusia. Tau hak asasi? Tau manusia?
[TK] : Klo gini terus bisa bikin kamus deh.

Baru aja gw nonton Delik di tv yg mengupas kasus Munir. Ternyata kasus ini masih belum jelas sampai saat ini. Walaupun Kapolri menyatakan menemukan bukti baru setelah tersangka utama Pollycarpus bebas setelah 2 tahun di penjara, tapi kasus ini belum juga tuntas.

Bukti baru tersebut membawa mantan dirut Garuda dan mantan sekretaris Garuda, maskapai penerbangan yg ditumpangi Munir pada hari kematiannya, menjadi tersangka. Kapolri menduga ada persengkongkolan antara dirut Garuda, sekretarisnya, dan pilot pesawat yg ditumpangi Munir (Pollycarpus, bukan gw). Dari yg gw tonton, dikatakan bahwa didapati data hubungan telepon dari PT Telkom antara dirut dan pilot, pilot dan Munir, Munir dan gw?? (Oh, yg terakhir itu salah sambung kayanya). Lebih jauh lagi, ternyata ada hubungan komunikasi antara pilot dan petinggi BIN (Badan Intelijen Negara). Hubungan itu tidak cuma sekali, tapi beberapa kali.
[TK] : Mesra kali kuliat hubungan mereka ini

Gila kan. Ga nyangka ternyata ada kasus pembunuhan di Indonesia sepelik kasus2 di komik2 cem detektif conan ato sherlock holmes. Tapi ini lebih keren lagi, karena sudah dililit politisasi. Maklum, Munir ini merupakan aktifis HAM yg banyak mengungkap kasus-kasus penculikan terhadap rekan2 aktifis yg melibatkan oknum dalam pemerintah. Jadi mikir, ini kepolisian apa udah di pihak yg bener? O iya, bagi yg penasaran ato ngerasa mendapat ilmu dari mas sherlock, nih ada kronologi kejadiannya. Silakan dianalis, hehe.

Eits, di sela2 tayangan ternyata turut diwawancarai jg pakar telematika favorit gw. Beliau dimintai pendapat mengenai kenyataan bahwa pihak bandara Changi tidak dapat memberikan hasil rekaman CCTV karena telah dihapus. Klo gw ga salah ingat, komentar yg dilemparkan beliau hanya pernyataan menguatkan bahwa bukti rekaman kamera CCTV di bandara Changi Singapura yg telah dihapus tidak dapat dikembalikan lagi.
[TK] : Ya iya lah!!! Sepakat gw. Eh, iya gitu?

11 comments

  1. Gila Do…, kagum sy km peduli masalah politik gini. Baru2 ini sy denger kalo ada saksi (lupa namanya siapa) yg ngaku ngeliat Munir ngobrol sama seseorang ga dikenal waktu transit di Singapur (ato dimana gitu…). Wow, tambah syeru. Dan sekarang saksinya minta perlindungan hukum soalnya ngerasa hidupnya terancam. Kereeeen…
    Ehm, tp semoga kasusnya cepet selese. Kasian jg tuh saksi dan keluarganya Munir. Amien…


  2. all hail ‘sang pakar’

    luar biasa memang sang pakar telematika tersebut, berhasil memberitahu kita semua bahwa rekaman yang diapus tidak dapat dikembalikan lagi…

    benar-benar analisis yang mendalam


  3. dulu sempet kaget juga sih pas pollycarpus bener2 dibebasin gara2 dibilang ga ada bukti kuat. berarti sekarang ceritanya dia bakal diseret lagi yah?

    @diBond: si saksi itu ongen ya. kalo mbak suci bilang, dia mah ga percaya kalo ongen itu saksi kunci. teuteup… mintanya pollycarpus yang diusut.


  4. jadi rekamannya kehapus ya … ? udah di cek di recycle binnya blom😀


  5. @dibond
    Gw jg mesti buruan minta perlindungan hukum tampaknya. Hidup daku agak terancam ini, setelah gagal seminar, haha.

    @amudi
    Memang pakar kita ini luar biasa mud. Belum ada, bahkan di dunia sekalipun, yg menyandang gelar pakar triplet, pakar telematika, komunikasi, dan multimedia. Indonesia patut berbangga hati.

    @gia
    Bukan gi, justru Ongen itu orang yg disinyalir ngobrol dgn Munir sewaktu transit. Satu org lagi belum diketahui identitasnya


  6. politik emg kejam…


  7. @widya
    Hahaha. Sebenarnya pihak indonesia blum yakin sepenuhnya klo rekaman itu bener2 diapus. Kepolisian masih terus mencoba diplomasi dgn pihak Singapura.

    @rika
    Emang udah pengalaman ya bu?


  8. salam kenal yah…


  9. Antara Kasus Munir, Sinichi Kudo, dan BIN

    Kasus itu, memang penuh misteri, keterangan yang simpang siur, tak kunjung usai karena PK (Peninjauan Kembali) yang terus diajukan.
    Saya pun berandai-andai, andai Indonesia memiliki seorang Sinichi Kudo, pastilah masalah ini cepat selesai. Tapi itu tid…


  10. Karena kecewa, hukum pun dilanggar

    Pro-kontra putusan vonis bebas murni atas Muchdi Pr oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan terus berlanjut. Setelah Jaksa Agung dan Kapolri, lalu giliran KY yang ditekan oleh beberapa pihak. Desakan-desakan yang mengatasnamakan masyarakat pun semakin bergulir sebagai pembenaran untuk menekan aparat hukum. Saya cuma tanya, “masyarakat mana yang dimaksud? Apakah ‘masyarakat internasional’, yang dimaksud? ” Sebab kalau masyarakat Indonesia, tentu menginginkan aparat hukum yang bebas dari intervensi politik, pemerintah, maupun ‘masyarakat Internasional’. Namun mengapa sekarang Imparsial, KontraS, Kasum–atau nama-nama lainnya itu, menyalahi dan melecehkan undang-undang negara kita. Mereka mencari simpati, tapi dengan cara mengajak publik untuk ‘menghakimi’ dan ‘menekan’.

    Putusan PN Jakarta Selatan memang tidak mungkin memuaskan semua pihak. Namanya juga hukum, pasti yang salah tidak akan puas. Namun kekecewaan itu jangan diperparah dengan melanggar hukum. Masyarakat kiranya cukup cerdas dan mengerti, bahwa yang sedang kita tonton ini adalah tindakan anarkis atas hukum yang dilakukan Usman Hamid, dkk. Kita semua benci tindakan anarkis. Maka semestinya kita benci mereka. Menangis saya menulis ini.

    Pengajuan kasasi atas putusan PN Jakarta Selatan sudah sangat jelas tidak memiliki dasar hukum. Tapi karena tekanan demi tekanan terus dilancarkan akhirnya membuat aparat hukum tidak bisa profesional dalam menegakkan hukum, dan mau saja diajak bersama-sama untuk melanggar KUHP. Kita menjadi sanksi akan komitmen pemerintah yang katanya akan menjamin kepastian hukum, jika hari-hari di belakang ia terlihat ambigu dan ragu karena terjebak dalam labirin politik dan intervensi.

    Pemerintah sepertinya tidak sadar telah diadu domba dan sedang diajak “berjamaah” melanggar hukum.

    dari:kasusmunir.blogspot.com


  11. lacak SMS misterius
    Isu SMS misterius telah beredar di kalangan wartawan tatkala Mabes Polri tengah menyidik kasus kematian Munir.Kalangan wartawan malah mengaku sudah mendapat informasi semacam itu sesaat setelah laporan Netherland Forensic Institute (NFl) tentang sebab-sebab kematian Munir dilansir publik pada pertengahan November 2004. Padahal saat itu Mabes Polri tengah menyidik kasus kematian Munir. Polisi belum lagi menetapkan siapa tersangkanya. Tapi pesan singkat itu telah menyebar kemana-mana, termasuk ke handphone para pejabat, kalangan LSM, dan wartawan ibukota . Entah siapa yang mengirimkan dan menyebarkan SMS ini pertama kali sehingga kemudian menjadi pesan berantai. Pesan berantai tersebut berbunyi :

    “Pilot Garuda Pollycarpus: Pada bulan 02-2002 di rekrut oleh Muchdi PR Deputi V BIN sebagai agen utama intelijen negara, diangkat dengan Skep Ka BIN nomor 113/2/2002. Ia diberi senjata api pistol, ditandatangani oleh Serma Nurhadi dan diperpanjang oleh Serma Suparto (SPT).”

    Lebih jauh dalam SMS tersebut menyebutkan:
    “Sehari setelah kasus itu, nama Polly muncul di media, yang bersangkutan kemudian diminta kembalikan pistol dan hari itu juga, seluruh dokumen Polly, di hapus atau dihilangkan. Yang memerintah adalah Muchdi PR, Spt dan Asad Waka BIN. Gang of 3 ini yang sebenarnya kuasai BIN. Polly sering ke BIN untuk ketemu Muchdi PR untuk merencanakan pembunuhan Munir karena takut di luar negeri Munir akan membuka lagi kasus penculikan aktivis di akhir orba 1997 lalu.”

    Di akhir SMS berbunyi,
    “Penyidik Polri dan Kepala BIN yang baru (Syamsir Siregar) diduga mengetahui keterlibatan ke-3 pejabat BIN tersebut dalam pembunuhan Munir. Tetapi tidak berani mengungkap.”

    Tentang tersebarnya SMS misterius ini dimuat di situs berita detik.com (1/02/2005).

    Inti dari sms-sms yang berseliweran itu berkisar tentang informasi bahwa Polly adalah anggota BIN, punya pistol BIN dan otak pembunuh Munir ada di BIN. Selain itu, bila melihat isi SMS tadi, agaknya si pengirim sudah mengarahkan bahwa Munir mati karena beberapa orang. Dan kuat dugaan bahwa SMS inilah yang kelak kemudian menjadi bahan bagi penyidik dan TPF “menunjuk” target.

    Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Kematian Munir yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Desember 2004, yang beranggotakan unsur Polri, Kejaksaan, Departemen Luar Negeri, dan aktivis HAM ini akhirnya memang merekomendasikan agar Polly ditahan. Setelah menahan Polly, TPF kemudian melangkah ke BIN. Tiba-tiba TPF menemukan petunjuk berupa print out komunikasi telepon antara Polly dengan kantor BIN. TPF menetapkan sasaran berikutnya, yakni mantan Kepala BIN Hendropriyono dan Muchdi. Sampai di sini muncul pertanyaan: bagaimana asal usulnya hingga TPF mengarah kepada dua orang ini? Apakah cukup hanya berupa petunjuk dari SMS?

    Sampai saat ini belum ada penyelidikan yang mengungkap siapa orang yang menebar SMS misterius itu. Yang pasti, si pengirim SMS itu memiliki data lengkap soal pejabat, LSM dan para wartawan. Di kalangan pers sendiri, isi SMS itu dimuat berulang-ulang. Mirip sekali dengan propaganda.

    Memang wajar dan perlu diungkap tentang siapa yang menyuplai informasi kepada TPF? Siapa pula yang rajin mengirimkan SMS kepada wartawan seputar kaitan antara Polly dan BIN?

    Demi hukum, SMS misterius ini harus diungkap.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: