h1

Anda Istri Menghamili Saya, Maaf

June 28, 2007

@23.30

Lagi-lagi. Film komedi dalam nagri. Genre favorit gw. Terakhir gw nonton Nagabonar
2
dan benar-benar memuaskan urat tawa gw. Kali ini, MSMIA. Kalo denger sepintas, ini bisa diartikan acara plagiat dari MAMAMIA. MASMIA, Masku manajerku?

Ok, ga perlu basa-basi. Scene awal film sangat unik. Idenya segar, tapi minim
intelektualitas. Saran gw, jgn bawa kebiasaan lo telat kuliah karena 10 menit
pertama film ini benar2 vital.

Diceritakan bahwa seorang Dibyo (Ringgo Agus Rahman) adalah “seniman akting”. Aktor yg gagal. Bahkan untuk figuran sekalipun. Udah gitu, ngekost, bayar sewanya pake recehan. Untungnya ada John (Rizky ‘Mocil’), teman sekost yg terobsesi Ade Rai. Motto hidupnya, “Fitness adalah solusi dari semua masalah hidup”. Tapi bukan berarti bodi doi dah kayak atlet2 basket. Ga. Jauh. Bisa dibilang, kulit isi kentut.

Menilik kondisi Dibyo yg mengenaskan, John mengajak Dibyo ke pesta ulang tahun temannya. Singkat cerita, Dibyo berkenalan dgn teman John, Mira (Mulan Kwok), dan keesokan paginya Mira dgn tergesa-gesa keluar dari kamar Dibyo. Sempat ketemu ama John, tapi Mira agak kikuk dan terkesan panik. Napa ya? Yah, biasalah, kebiasaan anak muda jaman google, hehe.
[TK] : Mungkin mbak Mira ngompol. Jadinya langsung kabur takut disuru jemur kasur. Tul ga?

Dua bulan kemudian, di saat komunikasi mereka sedang giat2nya, Mira
memberitahu dua kabar buruk. Dia hamil. Dia istri orang. Mampus. Mati lo,
hahaha. Dgn sangat terpaksa, Dibyo mesti minta izin dari suami Mira untuk
menikahi Mira. Konfliknya bahwa suami Mira, Lamhot (Eddie Karsito), adalah kepala geng yg sangar yg hobi makan erwe. Alur cerita dibuat makin korosif saat Dibyo ngaku ke Lamhot sebagai keturunan raja di Batak, dan akhirnya tinggal bersama Lamhot dan Butet (Shanty), adek cewe Lamhot.

Bisa ditebak, Butet seneng ama Dibyo. Sedang Dibyo semakin terjerumus karena ketangkap Lamhot tidur bareng Butet. “Kau harus melamar adekku”, ancam Lamhot dgn sangar. Blum selese masalah lamar melamar, Dibyo terperangkap perang perebutan lahan parkir antara Lamhot & d gank dgn geng timur. Konflik ini klo gw bilang yg paling ancur. Top lah. Banyak adegan yg bikin seisi bioskop ketawa. Ga boleh diceritain di sini.

[TK] :Trus, akhirnya gmn?
Akhirnya gw kurang puas. Penyelesaian cenderung tergesa-gesa. Blum lagi,
pembangunan dan pendewasaan karakternya agak absurd. Lebih jauh, pesan
moralnya sendiri gw gak nangkap, padahal banyak kalimat percakapan yg bagus untuk dikutip. Di antaranya, “ngehek lo!”, “bodat kau!”,atau “di luar itu
rimba, lo tinggal milih mo jadi kambing atau macam”. Atau bisa jg yg ini,

Dibyo : Minimal kan gw ga buat org cacat kayak Lamhot, gw cuma boong doang.
Mira : Minimal! Ya, minimal. Itu kesalahan gw.
Dibyo : ???
Mira : Gw berharap maksimal dari lo.

[TK] : Boong gw kurang maksimal ya say?

But, untuk sebuah film komedi, gw puas bgt. Stimulus komedi film ini ‘megang
banget’. Nuansa Bataknya kuat (dari byk sensor pada penyebutan marga Mira
karena kasus keberatan, sampai OSTnya pun lagu Batak). Untungnya gw nonton brg dua org native speaker, klo ga ngerti bisa nanya langsung. Nilai? Mmm, 6 bolehlah.

5 comments

  1. nice movie, nice review…


  2. Kalo sy ntn ga bawa native speaker, bakal ngerti gak Do? Katanya banyak bgt bahasa batak ya?


  3. hmm, emang ada apa sih di 10 menit pertama? maklum, gw sering telat kalo nonton.šŸ˜€

    -IT-


  4. @irvan
    Pokoknya siap2 ketawa aja lah.

    @dibond
    Jalan cerita sih tetep ngerti. Tapi, lebih seru klo lo bawa asbak. Asli batak, hehe


  5. pengen nontooon..



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: